ASEAN Tolak Kirim Pengamat Pemilu Myanmar 2024, Apa Dampaknya?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:00 WIB
ASEAN Tolak Kirim Pengamat Pemilu Myanmar 2024, Apa Dampaknya?

ASEAN Tegaskan Tidak Akan Kirim Pengamat Pemilu Myanmar 2024

Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, secara resmi mengumumkan bahwa ASEAN tidak akan mengirimkan tim pengamat untuk memantau pemilu Myanmar yang direncanakan pada Desember mendatang. Pengumuman ini disampaikan dalam pemaparan hasil KTT ASEAN ke-47 di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan.

Prioritas ASEAN: Hentikan Kekerasan dan Dialog Inklusif

Keputusan untuk tidak mengirim pengamat pemilu didasari oleh kesepakatan para pemimpin ASEAN. Negara-negara anggota menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendorong penghentian kekerasan secara menyeluruh dan memastikan terjadinya dialog politik yang inklusif sebelum pemilu dilaksanakan.

"Negara-negara anggota ASEAN ingin melihat penghentian kekerasan dan dialog politik inklusif terlebih dahulu sebelum pemilihan berlangsung," tegas Kao Kim Hourn. Ia menambahkan, "Tidak akan ada tim pengamat ASEAN yang akan dikirim. Ini sangat jelas."

Prinsip Konsensus ASEAN dan Kewenangan Negara Anggota

Keputusan ini juga mencerminkan prinsip dasar ASEAN yang mengedepankan konsensus dan menghormati kedaulatan setiap negara anggota. ASEAN beroperasi dalam dua tingkat: secara kolektif sebagai organisasi regional dan secara individual melalui masing-masing negara anggotanya.

Meskipun ASEAN secara kolektif memutuskan untuk tidak mengirim pengamat, setiap negara anggota berhak menentukan sikap sendiri terhadap undangan yang telah dikirim oleh Myanmar. "Myanmar telah mengirimkan undangan ke semua negara anggota. Secara kolektif, kami tidak akan mengirim tim pengamatan ASEAN ke sana. Tetapi secara individu, saya tidak bisa memastikan," jelas Kao.

Keputusan ini menegaskan komitmen ASEAN untuk menjaga stabilitas regional sambil terus mendorong penyelesaian krisis di Myanmar melalui jalur diplomatik dan dialog yang konstruktif.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar