Dua Harapan Indonesia Hadang Rintangan Berat di India Open

- Jumat, 16 Januari 2026 | 07:20 WIB
Dua Harapan Indonesia Hadang Rintangan Berat di India Open

NEW DELHI – Harapan Indonesia di India Open 2026 masih hidup, ditopang oleh dua nama: Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani. Keduanya berhasil melaju ke babak perempat final turnamen BWF Super 750 ini, yang digelar di Indira Gandhi Arena, Jumat (16/1/2026) siang waktu Indonesia.

Jonatan berhasil melangkah dengan mengandaskan perlawanan Yushi Tanaka dari Jepang. Pertandingan berlangsung cukup meyakinkan, ditutup dengan skor 21-15 dan 21-19. Performa sang pebulutangkis peringkat 4 dunia itu terlihat solid sejak awal keikutsertaannya.

Namun begitu, jalan menuju semifinal tak akan mudah. Di babak delapan besar nanti, Jojo sapaan akrab Jonatan harus berhadapan dengan Christo Popov dari Prancis. Tantangan ini berat, terutama mengingat catatan pertemuan keduanya.

Berdasarkan data, mereka sudah dua kali bentrok. Pertama di BWF World Tour Finals 2025, lalu di China Open 2025. Hasilnya? Jonatan selalu kalah. Dan itu terjadi lewat pertarungan tiga gim yang melelahkan.

“Ini akan jadi laga yang menantang. Saya harus belajar dari kekalahan sebelumnya,” ujar Jonatan dalam konferensi pers singkat usai laga.

Di sisi lain, Putri Kusuma Wardani juga memikul beban harapan yang sama. Dia berhasil melaju di sektor tunggal putri. Sayangnya, rintangannya di perempat final bisa dibilang ekstrem: An Se Young, unggulan pertama asal Korea Selatan.

Rekor pertemuan keduanya benar-benar tidak bersahabat bagi Putri KW. Dalam tujuh kali pertemuan di berbagai ajang, dia belum sekalipun menang. An Se Young seolah menjadi tembok yang sulit ditembus.

Jadwal mereka hari ini cukup padat. Pertandingan dimulai sejak pukul 12.30 WIB. Putri KW akan tampil lebih dulu di match ke-4, menghadapi An Se Young. Sementara Jonatan Christie baru akan turun di match ke-5, melawan Christo Popov.

Semua mata kini tertuju pada Indira Gandhi Arena. Bisakah salah satu dari mereka atau bahkan keduanya menciptakan kejutan dan melangkah lebih jauh?

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar