Pada Selasa lalu, sejumlah wilayah di Sumatera Utara diguncang bencana. Kerusakan yang terjadi cukup parah, dan sayangnya, ada korban jiwa yang berjatuhan. Menanggapi hal ini, Gubernur Sumut Bobby Nasution langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi-lokasi terdampak.
Hingga Kamis (4/12) kemarin, situasi di beberapa daerah masih sangat memprihatinkan. Akses jalan terputus total, membuat wilayah seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, dan sebagian Tapanuli Selatan terisolasi dari dunia luar. Mereka benar-benar terkepung.
Bobby Nasution yang ditemui di Lanud Soewondo, Medan, mengonfirmasi kondisi sulit ini.
“Sekarang yang masih benar-benar terisolasi itu daerah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan sebagian Tapanuli Selatan. Karena memang aksesnya saling terhubung,” ujarnya.
Nah, masalah besarnya adalah membuka jalan itu. Menurut Bobby, dibutuhkan alat berat untuk membuka akses yang terputus. Tanpa itu, pengiriman logistik dan bantuan kemanusiaan bakal tersendat-sendat. Sayangnya, alat berat di daerah yang terisolasi itu jumlahnya sangat terbatas.
Karena itulah, Bobby sudah mengajukan permohonan bantuan langsung ke Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Intinya, minta tambahan alat berat agar daerah yang terkurung bisa segera dibuka.
“Di sana dibutuhkan alat-alat berat. Yang kita gunakan di sana terbatas,” jelas Bobby.
“Kami mengajukan kepada Wapres untuk membuka daerah terisolasi, mohon dibantu alat berat yang bisa masuk melalui laut yaitu dari Pelabuhan Sibolga. Mungkin itu bisa membantu mempercepat pembukaan daerah-daerah terisolasi,” lanjutnya.
Selain soal akses, urusan listrik juga masih jadi pekerjaan rumah. Perbaikan jaringan yang rusak diperkirakan butuh waktu sekitar sembilan hari sejak bencana terjadi. Meski begitu, ada target yang dikejar.
“Malam ini ditargetkan bisa hidup, paling lama besok malam,” imbuh Bobby penuh harap.
Sejauh ini, progresnya berjalan tapi belum merata. Bobby menyebut Sibolga sudah lebih baik, sekitar 75% teraliri listrik. Sementara kondisi di Tapanuli Tengah masih sangat memprihatinkan, penerangannya masih sangat rendah.
Pencarian dan Pengecekan Korban
Fokus lain yang tak kalah genting adalah pencarian korban. Daerah terdampak terberat masih berada di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Di dua wilayah pertama, prioritas utama saat ini adalah menemukan korban jiwa.
“Yang masih banyak terisolasi itu daerah Tapanuli Tengah. Di Tapanuli Utara juga banyak akses yang terputus karena kendaraan tertimpa,” papar Bobby.
Suasana di lapangan, menurut pengakuannya, cukup mencekam. Saat mendatangi beberapa kecamatan secara langsung, tim sudah mencium aroma yang tidak sedap.
“Pasti kemungkinan besar akan bertambah (korban jiwa). Karena ada beberapa kecamatan yang saya datangi langsung kemarin, memang sudah tercium aroma mayat,” tuturnya menutup perbincangan.
Semuanya bergerak sekarang. Dari perbaikan listrik, pembukaan jalan, hingga pencarian korban. Waktu terus berjalan, dan tekanan untuk segera menormalkan keadaan terasa begitu besar di udara.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu