Pernyataannya itu bikin kita mikir. Kalau konsumen utama saja lesu, lalu bagaimana dengan target penjualan para produsen?
Kisah Zulfikar dan Motor Listrik Rp10 Ribu untuk 200 KM
Di tengah ramainya wacana, ada cerita menarik dari lapangan. Penggunaan motor listrik untuk kerja keras ternyata bukan cuma omong kosong. Zulfikar, seorang driver ojek daring, membuktikannya setiap hari dengan Polytron Fox R miliknya.
Dia mengandalkan motor listrik itu untuk bekerja hingga 12 jam sehari. Jarak tempuhnya panjang banget, dari pagi sampai malam, hampir selalu nyentuh batas maksimal.
Tapi yang bikin geleng-geleng adalah hitungannya. Untuk menempuh jarak 200 kilometer, Zulfikar cuma keluar biaya listrik sekitar Rp 10 ribu. Bandingkan dengan motor bensin, pasti jauh lebih boros. Pengalamannya ini menunjukkan bahwa untuk aktivitas harian yang padat, motor listrik mulai masuk akal, baik dari sisi ketahanan maupun efisiensi biaya.
Jadi, dari arena Dakar yang penuh guncangan hingga jalanan ibu kota yang macet, cerita tentang ketangguhan mesin dan efisiensi energi terus berlanjut. Semuanya saling terkait, membentuk wajah otomotif kita ke depan.
Artikel Terkait
Sunderland Tundukkan Tottenham 1-0 Berkat Gol Tunggal Mukiele
BI Perkuat Intervensi di Pasar Valas untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Aset Bank Syariah Nasional Tembus Rp76 Triliun di Kuartal Pertama 2026
OJK Ubah Aturan SLIK, Hanya Catat Pinjaman di Atas Rp1 Juta untuk Akselerasi KPR Subsidi