Di sisi lain, rapat malam itu juga menyinggung proyek-proyek hilirisasi bernilai besar. Ada enam titik proyek baru senilai sekitar 6 miliar dolar AS yang rencananya akan dimulai awal Februari 2026. Groundbreaking-nya tinggal menunggu waktu.
Selain itu, besoknya, Senin 12 Januari, Presiden diagendakan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan. Proyek ini jadi bagian penting dari peta besar ketahanan energi nasional.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh sejumlah nama kunci. Hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani. Mereka yang mengurusi permodalan dan iklim investasi tentu punya peran krusial.
Tak ketinggalan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga turut serta. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembahasan malam itu membutuhkan perspektif lintas sektor yang komprehensif.
Rapat yang digelar di luar jam biasa dan di lokasi non-kantor ini menunjukkan urgensi dari agenda-agenda yang dibahas. Sepertinya, pemerintahan baru ini ingin langsung lari, tidak sekadar jalan.
Artikel Terkait
Pemerintah Godok RUU Kewarganegaraan, Syarat Jadi dan Lepas WNI Diperketat
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Maaf atas Gesekan Polisi-Masyarakat
Dr. Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi Hasil Riset Neuropolitika
Anak Gajah Liar Ditemukan Mati Diduga Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo