Anak Gajah Liar Ditemukan Mati Diduga Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo

- Kamis, 26 Februari 2026 | 22:30 WIB
Anak Gajah Liar Ditemukan Mati Diduga Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo

Seekor anak gajah liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di Resort Lancang Kuning. Penemuan yang memilukan ini terjadi Kamis lalu, sekitar tengah hari.

Kondisinya sudah tak utuh lagi. Bangkainya membusuk dan diduga telah mati lebih dari seminggu. Begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak. Mereka tak main-main, tim laboratorium forensik pun diterjunkan ke lokasi untuk memulai penyelidikan.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, memberikan penjelasan awal. Menurutnya, ada luka infeksi di kaki gajah malang itu.

“Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Saat ini tim medis Balai TNTN masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian,” kata Herry.

Herry sendiri turun langsung ke lokasi. Tujuannya jelas: memastikan penanganan berjalan profesional tanpa kesimpulan yang terburu-buru.

“Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama direktur reserse dan labforensik turun langsung,” ujarnya menegaskan.

Nah, soal penemuan bangkai ini, ternyata berkat patroli rutin. Kerja sama antara personel kepolisian dan polisi hutan di TNTN lah yang berhasil mendeteksinya. Herry menekankan, kolaborasi semacam ini krusial untuk mendeteksi ancaman terhadap satwa lebih dini.

Meski berakhir tragis, temuan ini jadi alarm peringatan. Ke depan, intensitas patroli akan ditingkatkan. Khususnya patroli sapu jerat, untuk membongkar dan menyingkirkan perangkap-perangkap ilegal yang mengancam nyawa satwa.

“Kami akan dorong patroli sapu jerat secara lebih masif agar jerat-jerat yang membahayakan satwa dapat ditemukan dan segera disingkirkan,” tegas Herry.

Di sisi lain, penyelidikan hukum juga berjalan paralel. Keterlibatan reserse dan labfor ini penting untuk mengawasi kemungkinan adanya pelanggaran, sembari menunggu hasil pemeriksaan medis yang lebih detail.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Untuk sekarang, semua pihak masih menunggu. Hasil nekropsi dan pendalaman lapangan yang menyeluruh akan menentukan langkah selanjutnya. Kabar lebih lanjut, kata Herry, akan disampaikan setelah semua data terkumpul.

Laporan dari lapangan menunjukkan suasana yang suram. Sebuah nyawa muda lagi-lagi hilang di habitatnya sendiri, meninggalkan tanda tanya besar tentang perlindungan satwa yang seharusnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar