Pekan lalu, IHSG bangkit dengan cukup impresif. Indeks saham kita melonjak lebih dari 6 persen dalam rentang 6 hingga 10 April. Tapi, jangan dulu bertepuk tangan. Di balik angka hijau itu, ada aroma kehati-hatian yang kuat, terutama dari para investor asing.
Menurut Hari Rachmansyah, analis saham dari Indo Premier Sekuritas, reli ini tak lepas dari meredanya ketegangan di Timur Tengah.
"Ada kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran, plus Selat Hormuz yang dibuka kembali. Itu jadi katalis utama buat perbaikan sentimen di pasar global," jelasnya.
Namun begitu, partisipasi investor luar negeri ternyata masih setengah hati. Mereka justru mencatatkan net sell alias aliran dana keluar senilai Rp3,3 triliun di pasar reguler sepanjang pekan itu. Fakta ini mengindikasikan sesuatu: penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh uang dalam negeri dan rotasi dana ke saham-saham raksasa.
Dan memang, reli pekan lalu banyak digerakkan oleh saham-saham big caps. BREN, DSSA, dan TPIA, misalnya, melesat dan memberikan efek pengganda yang signifikan terhadap indeks. Kenaikan mereka seperti memicu semangat investor lokal, yang kemudian ikut mendorng saham-saham lainnya.
Secara garis besar, sentimen pasar memang bergeser ke arah 'risk-on'. Tapi bayang-bayang kehati-hatian investor asing masih jelas terlihat.
"Ke depan, tren ini akan sangat bergantung pada stabilitas geopolitik global dan konsistensi aliran dana domestik," kata Hari dalam risetnya, Senin (13/4/2026).
Lalu, bagaimana prospek untuk pekan ini?
Hari mengingatkan para trader untuk menyimak baik-baik sentimen dari luar dan dalam negeri. Dari sisi global, negosiasi AS-Iran yang terbaru disebut-sebut gagal mencapai kesepakatan konkret. Ini tentu memperpanjang ketidakpastian.
"Tanpa kesepakatan, pasar mulai khawatir soal gangguan distribusi energi global. Selat Hormuz tetap jadi titik rawan dalam rantai pasok minyak dunia," tuturnya.
Artikel Terkait
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar
IHSG Terperosok 0,97%, Hampir Semua Sektor Tertekan
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Meski Risiko Masih Mengintai