Dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu lalu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan kabar yang cukup mengecewakan bagi calon jemaah. Kampung haji yang dinanti-nanti itu ternyata belum bisa digunakan untuk ibadah haji tahun ini. Penyebabnya? Proses pembelian aset hotelnya sendiri baru diperkirakan tuntas jauh di depan, sekitar April 2026.
"Tahun ini belum kita bisa kita gunakan," ujar Dahnil dengan lugas.
Ia melanjutkan, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, target pun bergeser. "Kemarin kita sudah koordinasi dengan Danantara 2026 kita belum bisa menggunakan, karena Novotel itu yang baru dibeli itu baru selesai proses pembeliannya sekitar April," jelasnya.
Jadi, jangan bayangkan ada aktivitas pembangunan yang sedang marak di lokasi. Faktanya, di tanah Arab Saudi, pembangunan fisiknya bahkan belum dimulai sama sekali. Menurut Dahnil, progres saat ini masih berkutat pada tahap paling awal: proses bidding atau penawaran untuk proyek menara dan tanahnya.
"Belum (dibangun), baru mulai, baru bidding. Untuk yang tower tanah itu baru bidding," katanya.
Namun begitu, hal ini sepertinya sudah diantisipasi. Membangun sebuah kawasan sebesar kampung haji jelas bukan pekerjaan instan. Dahnil pun mengakui bahwa keseluruhan proses pasti memakan waktu yang tidak sebentar, mengingat kompleksitas pembangunan dan segala urusan administrasinya.
Di sisi lain, kabar tentang kepemilikan aset ini sendiri sebenarnya adalah sebuah prestasi diplomasi. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah menyampaikan berita gembira tersebut. Dalam sebuah Taklimat Awal Tahun di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2025), Prasetyo mengonfirmasi bahwa Indonesia berhasil memenangkan bidding untuk sebuah hotel di Makkah.
“Bapak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi) melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah,” ucap Prasetyo kala itu.
Pencapaian ini, menurut Prasetyo, punya nilai sejarah tersendiri. Ia menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari peran langsung Presiden Prabowo Subianto yang melakukan diplomasi tingkat tinggi. Bahkan, Pemerintah Arab Saudi disebut melakukan perubahan aturan khusus demi kemudahan ini.
“Ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi,” tuturnya.
Jadi, meski hari ini kita harus bersabar menunggu kampung haji berdiri, setidaknya langkah awal kepemilikan aset strategis di tanah suci sudah berhasil diraih. Tinggal menunggu realisasi fisiknya saja.
Artikel Terkait
IRGC Serang Pangkalan Udara Israel sebagai Balasan atas Gempuran di Lebanon
Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana yang Ditangkap Kejagung
Satgas PASTI Bongkar Praktik Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap
Timnas U-19 Indonesia Juara Grup A Usai Taklukkan Vietnam 2-1, Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19 2026