Di sisi lain, kabar tentang kepemilikan aset ini sendiri sebenarnya adalah sebuah prestasi diplomasi. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah menyampaikan berita gembira tersebut. Dalam sebuah Taklimat Awal Tahun di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2025), Prasetyo mengonfirmasi bahwa Indonesia berhasil memenangkan bidding untuk sebuah hotel di Makkah.
“Bapak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi) melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah,” ucap Prasetyo kala itu.
Pencapaian ini, menurut Prasetyo, punya nilai sejarah tersendiri. Ia menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari peran langsung Presiden Prabowo Subianto yang melakukan diplomasi tingkat tinggi. Bahkan, Pemerintah Arab Saudi disebut melakukan perubahan aturan khusus demi kemudahan ini.
“Ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi,” tuturnya.
Jadi, meski hari ini kita harus bersabar menunggu kampung haji berdiri, setidaknya langkah awal kepemilikan aset strategis di tanah suci sudah berhasil diraih. Tinggal menunggu realisasi fisiknya saja.
Artikel Terkait
Nadiem Hadapi Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp809 Miliar
Powell Dihadang Dakwaan Pidana, Independensi The Fed Diujung Tanduk
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Sambutan Hangat Warga Banjarbaru
Pohon Tumbang Lumpuhkan Layanan KRL Jalur Tanjung Priok