Nah, dengan modal itulah, fokus Kadin tahun depan akan lebih tajam. Isu utamanya adalah pemerataan. Anindya menekankan, peran Kadin pusat adalah memperkuat ekonomi daerah dengan membantu kadin-kadin provinsi memberdayakan lokal. Ini penting, apalagi di tengah keterbatasan anggaran daerah atau APBD yang kerap menjadi kendala.
Di sisi lain, ada pekerjaan rumah lain yang juga krusial. Kadin berupaya agar likuiditas dari pusat benar-benar bisa turun ke lapangan. Ini ibarat jembatan yang menghubungkan dunia makroekonomi dengan realitas mikroekonomi yang dirasakan pengusaha kecil dan masyarakat.
Tak hanya itu, program-program pemerintah yang sudah jalan pun perlu dimanfaatkan maksimal. Ambil contoh Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anindya melihat peluang besar di sana.
"Pangan itu bisa benar-benar memberdayakan," paparnya.
Kebutuhan akan telur, susu, sayur, dan protein lainnya di setiap daerah, menurutnya, bisa memacu geliat ekonomi lokal. Intinya, tahun 2026 nanti, kata Anindya, Kadin akan bergerak lebih fokus pada implementasi dan substansi. Bukan sekadar wacana, tapi eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone
Mobil Listrik Tabrak Separator Transjakarta di Gatot Subroto, Lalu Lintas Menuju Kuningan Tersendat
AS Tawarkan Hadiah 5 Juta Dolar untuk Tangkap Dua Bos Kartel Sinaloa
BEI Targetkan Tambah 50.000 Investor Syariah Aktif pada 2026