"Nah kalau Putri Iklan itu cooling down," ujar Riana. "Itu adalah satu-satunya lagu di seluruh setlist-nya Pound yang boleh dimodifikasi."
Bagian ini jadi semacam ruang bermain. Instruktur bisa memasukkan sentuhan lokal memilih lagu Indonesia yang pas agar lebih nyambung dengan peserta. Momen inilah yang sering paling ditunggu dan penuh tawa.
Menariknya, pemilihan lagu bisa jadi indikator sederhana buat peserta. Ini cara ngecek apakah instrukturnya benar-benar bersertifikat atau tidak.
"Makanya yang boleh ngajar di Pound hanya yang certified," tegas Riana. "Karena yang certified dan member bulanan saja yang bisa tahu koreonya. Jadi enggak boleh ngarang sendiri."
Ia pun memberi tips. "Kalau ada yang pakai lagu aneh di sesi utama, kita sudah tahu 'oh itu pasti enggak certified instrukturnya'. Ketahuan banget."
Jadi, lagu penutup yang seru itu bukan tanpa makna. Seperti yang Riana tutupkan, itu adalah ruang kreativitas kecil yang diberikan sistem Pound Pro global. Sebuah sentuhan personal di akhir latihan yang melelahkan namun menyenangkan.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH