Dari sebuah kampung di Subang, Jawa Barat, kopi Indonesia kembali mencatatkan langkah penting. Menteri Koperasi Ferry Juliantono secara resmi melepas ekspor perdana kopi dari Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) menuju Aljazair. Acara pelepasan kontainer ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa koperasi punya peran krusial sebagai penggerak ekonomi, khususnya di kancah ekspor global.
Ferry tak henti-hentinya mengapresiasi jerih payah para petani kopi di Kampung Leuwinutug, Cisalak. Mereka berhasil menembus pasar yang jauh, dengan mengirimkan 5 kontainer berisi 96 ton biji kopi pilihan. Sebuah pencapaian yang menurutnya patut dibanggakan.
“Terima kasih kepada semua yang sudah secara langsung maupun tidak langsung menjadikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Yang bangga bukan hanya Subang tapi ini menjadi kebanggaan nasional,”
kata Ferry dalam keterangannya, Sabtu lalu.
Dukungan nyata pun langsung diwujudkan. Ferry memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat proses pencairan pinjaman modal bagi koperasi tersebut. Tujuannya jelas: mendongkrak kapasitas ekspor mereka ke depannya.
Lebih jauh, Ferry menekankan soal arah gerak koperasi ke depan. Menurutnya, fokus harus kembali ke hal-hal mendasar: produksi, distribusi, industri, dan perkreditan. Penguatan di sektor-sektor itulah, katanya, yang sejalan dengan amanat konstitusi kita, terutama Pasal 33 UUD 1945.
Ia bahkan menyebut ini sebagai kelanjutan dari cita-cita para pendiri bangsa. Sebuah upaya untuk menjalankan konstitusi dengan sebaik-baiknya, seperti yang selalu digaungkan.
“Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan,”
ungkapnya.
Di sisi lain, kesuksesan ini punya wajah dan cerita di lapangan. Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, memaparkan bahwa koperasinya kini menjadi tulang punggung ekonomi Desa Cisalak. Dengan 450 anggota yang mengelola lahan hampir 1.600 hektar, mereka sanggup menyerap tenaga kerja hingga 1.200 orang. Volume ekspor yang telah mereka raih pun tak main-main: mencapai 964,2 ton.
Agenda penting ini turut dihadiri sejumlah pejabat. Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi hadir memberi dukungan. Tak ketinggalan, perwakilan dari LPDB dan Kementerian Perhutanan juga menyaksikan langsung momen bersejarah bagi koperasi kecil dari Subang ini.
Artikel Terkait
BPJPH Belajar Tata Kelola Lab ke BPOM untuk Perkuat Sertifikasi Halal
Putra Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Jadi Kepala DLH
TVRI Buka Pendaftaran Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Bareskrim Bongkar Aliran Rp 124 Miliar Narkoba Disamarkan Sebagai Amal dan DP Mobil