Jalan MH Thamrin yang ramai itu akan segera punya lagi jembatan penyeberangan orang di depan Sarinah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan JPO yang dulu ada di sana akan dibangun ulang. Alasannya sederhana: berdasarkan kajian, fasilitas itu masih sangat diperlukan, terutama oleh para penyandang disabilitas.
“Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kenapa pembangunan kembali dilakukan,”
kata Pramono saat berbincang di Puskesmas Kebayoran Lama, Jumat lalu.
Namun begitu, rencana ini ternyata tak lepas dari kritik. Sejumlah kelompok peduli pejalan kaki sempat menyuarakan keberatan. Kekhawatiran utama mereka? Jangan-jangan, kehadiran JPO justru akan menutup akses penyeberangan di bawah alias pelican crossing yang sudah ada.
Pramono mengaku sudah menangkap pro-kontra itu. “Memang saya juga sudah membaca pro dan kontra di masyarakat. Kelompok pejalan kaki menginginkan agar tetap bisa menyeberang di bawah,” ucapnya.
Artikel Terkait
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi