Prabowo Ungkap Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama dan Teknologi untuk Putus Rantai Kemiskinan

- Rabu, 21 Januari 2026 | 08:06 WIB
Prabowo Ungkap Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama dan Teknologi untuk Putus Rantai Kemiskinan

Di tengah lawatannya ke Inggris, Presiden Prabowo Subianto berbicara panjang lebar soal strategi pendidikan Indonesia. Fokusnya jelas: memutus rantai kemiskinan. Caranya? Salah satunya lewat program sekolah berasrama yang dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Gagasan ini ia sampaikan di hadapan para akademisi dan perwakilan universitas ternama Inggris. Acara bertajuk UK-Indonesia Education Roundtable itu digelar di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1). Suasana ruangannya klasik, cocok untuk pembicaraan serius tentang masa depan.

“Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus apa yang saya sebut, dan yang saya dengar dari para ahli, sebagai lingkaran kemiskinan,” ujar Prabowo tegas.

Menurutnya, program itu sudah berjalan. Hingga saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama. Angka itu belum final. Rencananya, akan ada juga sekolah berasrama untuk siswa berprestasi akademik tinggi, plus sekolah terpadu yang ditujukan untuk kalangan menengah.

“Mungkin mereka bukan yang berprestasi akademis terbaik, tetapi mereka tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jadi, inilah program yang saya rencanakan,” katanya lagi, merinci target kebijakannya.

Namun begitu, pembangunan fisik sekolah saja tidak cukup. Prabowo menekankan bahwa teknologi punya peran krusial. Pemerintah berupaya memperluas pengajaran digital jarak jauh ke seluruh penjuru negeri, termasuk daerah yang paling terpencil sekalipun. Ini dianggapnya sebagai langkah lompat katak untuk mengejar ketertinggalan.


Halaman:

Komentar