“Jadi semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju karena kita sebenarnya jauh tertinggal dalam standar pendidikan kita. Kami mengakui hal ini,” terangnya tanpa basa-basi.
Bagi Prabowo, semua upaya ini bermuara pada satu keyakinan mendasar. Ia melihat pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, tapi pondasi bangsa.
“Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai. Itulah keyakinan saya,” ucapnya.
Di abad ke-21 ini, yang ia sebut sebagai era ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan ditempatkan sebagai instrumen utama. Bukan cuma untuk mencetak tenaga kerja, tapi lebih dari itu: alat untuk menciptakan keadilan dan mengikis kemiskinan.
“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan, dan keduanya saling terkait. Karena untuk mewujudkan keduanya, kita membutuhkan sumber daya manusia terbaik,” tandas dia, menutup paparannya.
Pesan yang ia bawa dari London tampaknya sederhana: investasi terbesar negeri ini harus ditanamkan pada manusia, dimulai dari ruang kelas.
Artikel Terkait
Analisis Telematika: Operasi Gabungan CIA-Mossad di Balik Wafatnya Pemimpin Spiritual Iran
Harga Emas Perhiasan Stabil di Pasar Domestik, Puncak Rp2,6 Juta per Gram
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama