Nah, di sinilah penjelasannya. Gubernur langsung menegaskan bahwa kekhawatiran itu tak akan terjadi. Menurutnya, kedua opsi akan tetap tersedia bagi warga.
“Jalan kaki di bawah tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap, tidak ada yang ditutup,”
pungkas Pramono tegas.
Jadi, intinya, warga punya pilihan. Mau yang cepat lewat atas, atau yang langsung lewat bawah, silakan. Yang jelas, akses untuk semua kalangan, termasuk difabel, jadi pertimbangan utama dalam proyek pembangunan kembali ini.
Artikel Terkait
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi