Untuk memperkuat kesan gagah, Surya menambahkan fender yang membuat bodi terlihat lebih berotot. Velg diganti dengan HSR KLG ukuran ring 14. Namun begitu, bagian interior sengaja dibiarkan apa adanya, masih standar pabrik.
"Penambahan fender juga saya lakukan supaya kesan gagah dari Jimny makin terasa. Velg saya ganti ke HSR KLG 14, interior masih standar," katanya.
Meski penampilan berubah drastis, jangan tanya soal mesin. Sektor mekanis ini sengaja tidak disentuh. S-Presso ini masih mengandalkan mesin dan transmisi AGS standar dari pabrikan.
"Untuk mesin masih standar S-Presso dengan transmisi AGS-nya," ucap Surya.
Lalu, berapa biaya yang dikeluarkan? Surya mengaku merogoh kocek sekitar Rp 40 jutaan untuk seluruh proses modifikasi. Pengerjaannya sendiri makan waktu cukup lama, sekitar dua setengah bulan, mulai akhir Juli dan baru rampung di awal Oktober.
"Total biaya modifikasi kira-kira Rp 30 sampai 40 juta, pengerjaan sekitar 2,5 bulan," pungkasnya.
Dan rencananya, mobil hasil kreasi ini akan dilego. Harganya? Dipasang di angka Rp 188 juta. Tapi kata Surya, masih bisa nego.
Artikel Terkait
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela