Di sisi lain, ada tren lain yang turut memengaruhi hasil ini. Permintaan global untuk kendaraan listrik belakangan ini memang sedang tidak sehangat dulu. BMW pun ikut merasakan dampaknya. Mereka mencatat, penjualan kendaraan listrik berbaterai murni pada kuartal itu anjlok 10,5 persen. Tren ini jelas jadi tantangan tersendiri bagi para produsen yang sedang gencar bertransisi ke elektrifikasi.
Jadi, kombinasi antara melemahnya pasar AS dan China, plus perlambatan di segmen listrik, akhirnya membawa BMW pada hasil kuartal ini. Situasinya cukup kompleks dan patut diamati perkembangannya ke depan.
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital