Di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, suasana buka puasa bersama Kamis lalu terasa berbeda. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tapi juga membawa pesan penting. Di hadapan perwakilan ormas dan mahasiswa, ia menyampaikan sesuatu yang jarang terdengar: permohonan maaf.
"Saya secara pribadi, dan selaku pimpinan Polri, memohon maaf," ujar Sigit.
Permintaan maaf itu ia sampaikan terkait kinerja anggotanya di lapangan. Menurutnya, dalam upaya menjaga kamtibmas, tak jarang terjadi gesekan dengan masyarakat. Gesekan yang, pada akhirnya, berpotensi menimbulkan korban di kedua belah pihak. "Ini bukan tujuan yang kami cari," tegasnya, menegaskan bahwa bentrokan atau jatuhnya korban sama sekali bukan hal yang diinginkan institusinya.
Jenderal Sigit tak menampik bahwa Polri masih jauh dari kata sempurna. Institusi ini, akunya, masih memerlukan banyak pembenahan. Karena itulah, ia meminta maaf sekaligus meminta bantuan publik.
"Kami titip diri," lanjutnya.
Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan tugas, masih ada kekurangan. Bahkan, tindakan dari sejumlah oknum yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya pun disebutnya bisa terjadi. Tindakan semacam itu, ia akui, mencederai rasa keadilan di masyarakat. Oleh karena itu, di sisi lain, Sigit juga berharap masyarakat turut serta menjaga agar demokrasi berjalan tertib dan aman. Kerja sama itu, tampaknya, menjadi kunci yang ia tawarkan.
Artikel Terkait
PDIP Peringati Hari Lahir Pancasila, Hasto Kritik Kebijakan Fiskal Dianggap Tak Pihak ke Rakyat
Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Ilegal yang Hambat Transformasi Ekonomi
KPK Segera Tahan Dua Tersangka Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar
IRGC Klaim Hancurkan Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Serangan di Iran