Saat Banjir Melanda, Bocah Farhan Justru Takut pada Wajah Putih Zaskia Mecca

- Senin, 08 Desember 2025 | 14:40 WIB
Saat Banjir Melanda, Bocah Farhan Justru Takut pada Wajah Putih Zaskia Mecca

Zaskia Adya Mecca dan Bocah yang Bertahan di Pohon Mangga

Zaskia Adya Mecca kembali menarik perhatian publik. Kali ini, bukan karena urusan di layar kaca, melainkan pengalamannya sebagai relawan banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Di tengah kesibukannya menyalurkan bantuan, ada satu momen yang begitu menyentuh dan tak akan mudah ia lupakan.

Di salah satu titik pengungsian, seorang ibu mendekatinya. Dengan suara bergetar, ibu itu memperkenalkan seorang bocah lelaki yang bersembunyi di baliknya. “Kenalin Kak, ini anak saya namanya Farhan,” katanya pada Zaskia.

Nama Farhan mungkin sudah tak asing. Kisahnya sempat viral: ia dan kakaknya berhasil selamat dari amukan banjir dengan cara memeluk erat batang pohon mangga. Dua hari penuh mereka bertahan di sana, tanpa makanan atau minuman, sementara sang ibu terpisah dan mengungsi di tempat lain.

“Pas banjir Farhan dan kakaknya terjebak di atas pohon mangga selama 2 hari. Mereka berdua bertahan memeluk pohon mangga saja selama itu. Saya terpisah di pengungsian lain. Tapi alhamdulillah mereka selamat walau tidak makan selama itu,” ujar sang ibu, diceritakan kembali oleh Zaskia.

Mendengar itu, suasana haru langsung menyelimuti. Zaskia pun memperhatikan Farhan lebih saksama. Bocah itu terus menempel pada ibunya, wajahnya sembunyi-sembunyi. Ia mengira, pastilah trauma berat masih menghantui pikiran kecil Farhan.

Namun begitu, rasa penasarannya mengalah. Zaskia pun bertanya lembut, “Farhan kenapa sayang? Kamu takut apa?”

Jawabannya sama sekali di luar dugaan.

“Hmm, emhh.. Takut lihat muka kakak2 putih sekali,” ucap Farhan polos.

Seketika, suasana haru tadi berubah total. Tawa pecah di seluruh pengungsian. Zaskia dan rekannya, Tasyanur Medina, spontan minta maaf karena wajah mereka “terlalu putih”. Momen ringan itu bagai oase di tengah kepiluan.

“Aku dan ka @tasyanurmedina langsung minta maaf kalau kita keputihan,” tulis Zaskia dengan senyum. “Pecah tawa di pengungsian Tamiang kemarin malam. Yaa begitulah, ditengah musibah melanda, selalu ada ruang untuk tersenyum sebagai tanda syukur dan pantang menyerah.”

Di sisi lain, Zaskia juga menaruh harapan besar untuk masa depan Farhan dan kakaknya. Ia yakin, pengalaman berat itu justru akan menempa mereka menjadi pemuda yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.

Menutup ceritanya, Zaskia menekankan satu hal: dukungan moral bagi para penyintas sama pentingnya dengan bantuan materi. Ia mengajak semua pihak untuk tak berhenti mendoakan warga Sumatra yang masih berjuang.

“Semangat terus saudara2 ku, banyak doa dan harapan dari kami semua. Insyaa Allah ku segera kembali ke lapangan. Karena bertemu kalian secara langsung, energi besar untuk diri ini,” tutupnya.

Pertemuan singkat itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar cerita. Ia adalah potret nyata tentang ketangguhan manusia. Tentang bagaimana, di puncak musibah, semangat hidup dan sebuah senyum polos bisa muncul dari tempat yang tak terduga.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar