Malang – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, suasana di sepanjang jalur kereta api wilayah Malang tampak sibuk. Bukan oleh penumpang, melainkan oleh tim teknis PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya yang sedang berjibaku memeriksa setiap titik rawan. Mereka tak mau ambil risiko.
Fokus utama mereka ada pada potensi longsor. Cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang tricky jadi alasan utamanya. Kegiatan mitigasi bencana dan cek lintas ini digelar di sejumlah spot, seperti di KM 25 700 antara Sengon dan Lawang, juga di sekitar emplasemen Stasiun Malang sendiri.
Pemimpin lapangan tak lain adalah Executive Vice President Daop 8 Surabaya. Dari pagi, rombongan itu menyusuri rel, mengamati dengan cermat. Mereka periksa drainase, kondisi lereng, sampai tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Semua dicatat. Titik-titik yang dianggap rawan sudah dapat penanganan awal. Tapi langkah mitigasi lebih lanjut tetap disiapkan, untuk jaga-jaga.
Di sisi lain, ada tiga lokasi yang masuk dalam daftar khusus atau Dapsus di lintas selatan. Titik-titik ini akan diawasi ketat selama masa angkutan Lebaran nanti. Lokasinya meliputi petak jalan Blimbing-Malang, Kepanjen-Ngebrug, dan Pohgajih-Kesamben. Pengawasan berkelanjutan akan dilakukan di sana, didukung dengan kesiapan alat material siaga.
“Ini upaya preventif kami,” jelas Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.
Ia menegaskan, pengecekan dan pemantauan ketat di lokasi Dapsus bertujuan meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran. “Khususnya terhadap ancaman longsor dan genangan air kalau hujan deras datang. Intinya, kami ingin perjalanan kereta api selama mudik nanti aman, nyaman, dan terkendali,” ujarnya.
Menurut Mahendro, deteksi dini dan respons cepat adalah kuncinya. Dengan begitu, gangguan operasional bisa ditekan seminimal mungkin. Harapannya jelas: perjalanan mudik masyarakat bisa lancar dan selamat sampai tujuan.
Sementara persiapan prasarana berjalan, animo masyarakat ternyata sudah terlihat tinggi. Hingga Kamis, 26 Februari 2026, penjualan tiket kereta api jarak jauh di stasiun-stasiun Malang Raya sudah mencatat angka 41.236 tiket. Itu sekitar 30% dari total kapasitas 136.045 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Stasiun Malang memimpin pemesanan dengan 33.783 tiket. Disusul Stasiun Kepanjen dan Malang Kota Lama. Rute favorit? Jakarta, Banyuwangi, Bandung, dan Purwokerto masih jadi primadona.
KAI Daop 8 terus mengingatkan calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket lewat kanal resmi. Agar nanti tak kecewa.
Artikel Terkait
Wamen Haji Pastikan Pendampingan bagi Jemaah Gagal Berangkat Umrah Hanania Travel dan Susun Regulasi Baru
KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan, Negara Rugi Rp35,7 Miliar
Militer AS Lumpuhkan Kapal Tanker yang Nekat Terobos Blokade Menuju Iran
Jakarta dan Sidoarjo Jalin Kerja Sama Terapkan Teknologi Eco Lindi Atasi Bau Sampah