Kami pun disarankan mencoba java latte, andalan mereka. Rupanya, racikannya spesial.
“Kami pakai blend 70 persen biji kopi arabika Flores dan 30 persen robusta Temanggung,” jelas Alif.
Setelah dicoba, aromanya seimbang. Rasa kopinya tidak tenggelam oleh susu yang creamy, dan manis dari gula arennya pas tidak berlebihan. Padahal, kami tidak meminta less sugar. Standar mereka memang sudah begitu.
Selain itu, ada juga yuzu americano. Minuman ini menyegarkan, perpaduan yuzu jam segar dengan americanober-body medium. Cocok banget buat teman lawan kantuk di siang hari.
Soal harga, Nomade cukup terjangkau. Kebanyakan minumannya dibanderol sekitar Rp 20 ribuan per gelas. Pilihannya beragam, dari kopi klasik sampai non-coffee.
Oh ya, karena menggunakan VR yang mobile, Nomade juga bisa dipesan untuk acara-acara. Mau pameran atau pesta di rumah dan kantor, mereka bisa datang. Dengan catatan, waktu sewa maksimal lima jam saja. Jadi, truk kopi ini memang masih setia pada jiwa nomadennya, meski sekarang punya base camp baru.
Artikel Terkait
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis
Waktu Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Seragam, Jadwal Isya Berbeda
Menteri Perdagangan: Koperasi Desa Bukan Ancaman, Tapi Mitra Ritel Modern
Kemendag Targetkan Indonesia Jadi The Ultimate Hub for Global Sourcing Lewat TEI 2026