Harapan Global Menipis: Survei Ungkap Optimisme Dunia Menyusut Menjelang 2026

- Jumat, 09 Januari 2026 | 17:30 WIB
Harapan Global Menipis: Survei Ungkap Optimisme Dunia Menyusut Menjelang 2026

Dunia Dinilai Kian Tidak Damai

Masalahnya nggak cuma soal ekonomi. Laporan Gallup ini juga menyoroti pandangan publik tentang stabilitas dunia. Dan hasilnya, cukup suram. Secara global, 40% responden memperkirakan dunia akan jadi lebih bermasalah dan penuh konflik di tahun 2026. Yang berharap keadaan jadi lebih damai cuma 26%.

Pandangan paling kelam datang dari Eropa Barat, Amerika Utara, dan kawasan Australasia. Sebaliknya, harapan untuk perdamaian masih bertahan kuat di wilayah Arab, Asia Selatan, dan sebagian Afrika.

Suriah, yang justru tercatat sebagai negara paling optimis soal perdamaian dengan skor 50. Kenya lagi-lagi masuk daftar dengan skor 48, diikuti Arab Saudi ( 43), Peru ( 41), dan Armenia ( 33).

Di ujung spektrum yang berlawanan, Belanda memuncaki daftar negara paling pesimis dengan skor -61. Jerman (-59), Belgia (-57), Yunani (-54), dan Ghana (-52) menyusul di belakangnya.

Generasi Muda Lebih Optimistis

Kalau dilihat dari usia, ada perbedaan yang mencolok. Responden yang masih muda, di bawah 34 tahun, masih menunjukkan semangat optimis yang tinggi. Mereka masih punya harapan untuk masa depan.

Tapi, kelompok yang berusia 55 tahun ke atas justru menunjukkan sikap sebaliknya. Mereka cenderung pesimis, baik terhadap prospek ekonomi maupun perdamaian global.

Nah, kalau dari sisi gender, perbedaannya hampir nggak ada. Laki-laki dan perempuan menunjukkan sikap dan pandangan yang nyaris serupa terhadap semua isu yang ditanyakan.


Halaman:

Komentar