Sindiran itu sejalan dengan ucapan Presiden Prabowo di Hambalang soal praktik "dikibulin" oknum petugas. Menanggapi itu, Purbaya memberikan ultimatum keras khususnya untuk jajaran Bea Cukai. Waktunya cuma satu tahun untuk berbenah total.
"Kalau Bea Cukai ancamannya clear dari sana. Kalau enggak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan," ancamnya tanpa tedeng aling-aling.
"Jadi saya akan selamatkan, supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan. Saya akan kotakin betul," tambahnya.
Lalu, apa solusinya? Pemerintah bakal mengandalkan teknologi. Analisis data dari Lembaga Nasional Single Window (LNSW) akan diperkuat dengan integrasi Artificial Intelligence (AI). Harapannya, teknologi ini bisa memotret profil risiko tiap kapal secara real-time, sehingga manipulasi nilai ekspor bisa dicegah.
Pesan terakhir Purbaya jelas dan tegas, khusus untuk pengusaha nakal. Masa persuasif sudah lewat.
"Mungkin saya enggak tahu level pendekatannya seperti apa. Tapi yang jelas, kita akan kasih message ke mereka ke depan enggak bisa begitu lagi," tuturnya.
Dan kalimat penutupnya tanpa ampun: "Kalau begitu lagi, kita sikat perusahaannya."
Artikel Terkait
AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tingkat Tinggi di Islamabad untuk Akhiri Perang Enam Minggu
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi