Menkeu Purbaya Geram, Pajak dan Bea Cukai Dapat Sindiran Tajam dari Presiden

- Kamis, 08 Januari 2026 | 21:45 WIB
Menkeu Purbaya Geram, Pajak dan Bea Cukai Dapat Sindiran Tajam dari Presiden

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan teguran keras meski secara implisit dalam sebuah pertemuan di Hambalang. Pesan presiden waktu itu terasa menusuk.

"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang 'Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?' Itu pesan ke saya dari Presiden walaupun dia enggak melihat ke saya,"

Ungkap Purbaya. Sindiran itu jelas tak bisa dianggap angin lalu. Menanggapi instruksi tersebut, Menkeu berjanji akan melakukan perbaikan besar-besaran. Waktunya singkat, satu hingga dua bulan ke depan. Fokusnya dua hal: memberantas pihak-pihak yang dianggap masih "bermain" dalam sistem dan menggenjot optimalisasi sistem digital Coretax.

Kekhawatiran Purbaya punya dasar yang kuat. Lihat saja realisasi sementara APBN 2025. Pendapatan negara cuma mencapai Rp2.756,3 triliun, atau sekitar 91,7 persen dari target. Penerimaan pajak malah lebih suram: realisasi Rp1.917,6 triliun, jauh dari target karena hanya mencakup 87,6 persen. Alhasil, defisit membengkak ke angka Rp695,1 triliun.

Tanpa langkah radikal, target ambisius pertumbuhan ekonomi 5,4 persen di 2026 bisa terancam. Ruang fiskal pemerintah semakin sempit, dibebani oleh defisit yang menganga. Purbaya pun bertekad membersihkan oknum-oknum penghambat. Komitmennya adalah menekan defisit ke level yang lebih sehat di masa depan. Tapi jalan menuju sana, tentu saja, tidak akan mudah.


Halaman:

Komentar