Udara di Karawang terasa hangat, bukan cuma karena matahari. Suasana panen raya dan deklarasi swasembada beras kemarin diwarnai pernyataan tegas dari Presiden Prabowo Subianto. Dia banyak bicara soal kekayaan alam Indonesia yang luar biasa, sekaligus soal pengelolaannya yang dinilainya belum maksimal.
Menurut Prabowo, pemahamannya tentang besarnya kekayaan negeri ini justru makin dalam setelah dia resmi memegang tampuk pemerintahan. Namun, bersamaan dengan itu, datang pula kesadaran yang memprihatinkan.
“Kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya. Setelah saya dipilih dan diangkat menjadi Presiden, setelah saya mengambil alih pemerintahan saya paham, lebih paham, lebih mengerti atas kekayaan-kekayaan kita,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Sayangnya, kata dia, kekayaan itu belum sampai ke rakyat secara utuh. Dia merasa sedih. Penyebabnya? Pemerintahan dianggap tidak pandai mengelola aset negara.
“Sehingga banyak kekayaan kita yang bocor. Dari dulu saya mengerti hal ini tapi saya tidak mengerti seberapa banyak kebocoran itu,” katanya.
Artikel Terkait
BMW Tercoreng Lesunya Pasar AS dan China di Kuartal Akhir 2025
Trump Tawarkan Rp1,68 Miliar per Warga untuk Beli Greenland, Ditolak Tegas
Gus Yaqut Ditahan KPK, Kooperatif Hadapi Kasus Kuota Haji
Gunungan Sampah Bantargebang Bakal Disulap Jadi Harta Karun Energi