Pasar saham domestik mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (25/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah, ditutup di zona merah dengan penurunan 64,434 poin atau setara 0,75 persen, sehingga berada di level 8.505,820.
Namun begitu, ada sedikit cerah di tengah pelemahan ini. Indeks LQ45 justru bergerak naik 8,171 poin, menguat 0,95 persen ke posisi 855,179. Aktivitas perdagangan terlihat cukup sibuk. Dari papan pencatatan, 285 saham mengalami kenaikan, tapi masih kalah jumlah dibanding 352 saham yang terperosok. Sementara itu, 170 saham lainnya diam di tempat.
Transaksi berlangsung cukup aktif dengan frekuensi mencapai 1,5 juta kali lebih. Volume perdagangannya mencatat angka 33,192 miliar saham, dengan nilai total yang beredar berkisar Rp 16,730 triliun.
Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi penahan beban atau top losers. PURI anjlok 62 poin (14,62%) ke level 362. BOGA tak kalah terpukul, merosot 130 poin (12,38%) ke 920.
MPOW, BMHS, dan MEJA juga ikut terseret. Masing-masing terkoreksi dalam dan masuk dalam daftar saham yang paling banyak memberi tekanan.
Sementara di pasar valuta asing, kabar baik datang dari pergerakan Rupiah. Mengutip data Bloomberg, mata uang kita ternyata menguat 35 poin (0,21%) ke level Rp 16,664 per dolar AS.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional? Kondisinya beragam.
Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong sama-sama di wilayah hijau, meski kenaikannya tak terlalu signifikan. Begitu pula dengan SSE Composite China yang naik lebih dari 1 persen.
Tapi Straits Times Singapura justru bergerak berlawanan, tercatat turun 0,35 persen.
Jadi, pasar Asia siang ini tampaknya tidak bergerak seragam. Ada yang menguat, ada pula yang melemah, menciptakan dinamika sendiri-sendiri.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Buyback Terkoreksi Rp40.000 per Gram