Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel Sehari

- Rabu, 07 Januari 2026 | 00:45 WIB
Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel Sehari

Ada kabar gembira dari dunia hulu migas nasional. PT Pertamina EP (PEP) Adera Field baru saja menemukan sumur minyak baru yang menjanjikan. Potensinya? Cukup besar, mencapai 3.442 barel minyak per hari (BOPD). Angka itu didapat dari pengujian awal yang dilakukan pada 30 Desember 2025 lalu, tepatnya antara pukul 14.30 sampai 16.30 WIB.

Nah, pengujian selama dua jam itu bukan tanpa alasan. Durasi tersebut dinilai lebih bisa menggambarkan kondisi aliran yang sudah stabil. Intinya, tes ini untuk mengukur kemampuan maksimal sumur ABB-143 (U1) dalam mengalirkan minyak secara alami, tanpa bantuan alat apapun.

Tapi perlu diingat, hasil uji ini bukanlah angka produksi harian yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Hasil ini lebih berfungsi sebagai dasar awal untuk menilai kinerja sumur dan memahami karakteristik reservoirnya. Setelah tahap pembersihan sumur selesai, tim akan melanjutkan dengan uji multi laju alir.

Uji lanjutan itu penting. Tujuannya untuk menemukan laju produksi yang ideal, mengukur perbandingan gas terhadap minyak, dan mengecek kandungan air. Data-datanya nanti akan menjadi fondasi pengelolaan reservoir yang baik. Tujuannya jelas: menjaga keberlanjutan produksi dan mendapatkan perolehan minyak yang optimal.

Lalu, berapa kontribusi riil sumur baru ini?

“Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu,” jelas General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
“Estimasi total potensi perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR)-nya sekitar 750 ribu barel minyak. Ini berdasarkan perbandingan dengan sumur referensi,” tambahnya.

Sumur referensi itu sendiri adalah sumur yang sudah lebih dulu berproduksi di area dan lapisan batuan serupa. Keberadaannya jadi acuan penting untuk memprediksi potensi sumur-sumur baru.

Menurut Djudjuwanto, penemuan ini buah dari integrasi data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada 2023. Pendekatan baru ini lahir dari kolaborasi Tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP) PEP Adera Field. Analisis data seismik yang lebih detail memungkinkan mereka memetakan arah dan sebaran lapisan reservoir dengan akurasi tinggi. Alhasil, peluang sukses pengeboran pun ikut membesar.

Di sisi lain, penemuan ini seperti suntikan semangat. Bagi PEP Adera Field, ini momentum untuk mendongkrak produksi migas di tahun 2026. Bahkan, temuan ini turut mendorong upaya mewujudkan target lifting 1 juta barel per hari yang dicanangkan pemerintah.

"Inovasi teknologi dan penerapan pendekatan-pendekatan baru mendorong kinerja PEP dalam mewujudkan ketahanan energi nasional," tegas Djudjuwanto.

Pernyataan senada datang dari jajaran korporat. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi swasembada energi nasional. Hal ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, dengan fokus pada program prioritas di sektor hulu migas.

"Pertamina mengalokasikan capex yang besar di sektor hulu untuk mendorong pengeboran masif dan inovatif," kata Baron.
“Harapannya, langkah ini berdampak signifikan pada penemuan sekaligus peningkatan produksi migas nasional,” pungkasnya.

Semua mata kini tertuju pada perkembangan sumur ABB-143 (U1) ini. Keberhasilannya tak hanya sekadar angka di laporan, tapi juga harapan baru untuk ketahanan energi kita.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar