Hasil polling terbaru menunjukkan, minat masyarakat terhadap mobil hybrid ternyata cukup besar. Dari 1.299 orang yang merespons, sekitar 401 responden atau 30,87% mengaku punya rencana nyata untuk membelinya. Polling ini digelar dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Nggak cuma itu, masih ada segmen lain yang sedang berpikir panjang. Sekitar 350 orang (26,94%) menyatakan mereka masih mempertimbangkan. Sisanya? Ya, mereka bilang belum tertarik sama sekali.
Fenomena ini sejalan dengan data penjualan yang terus merangkak naik. Menurut catatan Gaikindo, distribusi mobil hybrid dari pabrik ke diler (wholesales) pada November 2025 melonjak 19,4% dibanding bulan sebelumnya. Tren positif ini sudah berlangsung cukup lama.
Kalau diakumulasi, periode Januari-November 2025 saja sudah terjual 57.311 unit. Angka ini tumbuh 6% ketimbang periode sama tahun 2024 yang sebesar 54.044 unit. Jadi, lonjakannya memang konsisten.
Menurut pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu, situasi ini menggambarkan pilihan yang realistis di teng euforia mobil listrik penuh.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak