Nah, di sisi lain, Purbaya yang pernah menjabat Ketua LPS itu menegaskan pemerintah tetap menjaga kewaspadaan. Mereka nggak asal tarik semua dananya; sebagian masih dititipkan di bank untuk jaga keseimbangan likuiditas di pasar. Intinya, ada upaya buat menjaga semuanya tetap stabil.
Lalu, bagaimana dengan kondisi anggaran? Defisit APBN 2025 disebutkan mengalami peningkatan. Tapi Purbaya bilang, peningkatan itu masih dalam batas wajar dan terkendali. Bahkan, diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Soal angka pastinya, kita tinggal tunggu pengumuman resmi.
"Akan diumumkan hari Senin (5/1/2026). Masih di kisaran target, sekitar 2,75 persen (terhadap PDB), mungkin bergerak sedikit," ucapnya.
Jadi, langkah penarikan dana besar-besaran ini sepertinya bukan sekadar kebijakan darurat. Ada perhitungan matang di baliknya, dengan harapan uang itu berputar lebih cepat dan memberi stimulasi bagi perekonomian. Kita lihat saja efeknya ke depan.
Artikel Terkait
Raja Tuna Jepang Rogoh Rp54,6 Miliar Demi Ikan Pembuka Tahun Baru
BNN Gerebek Pabrik Liquid Vape dan Happy Water di Apartemen Mewah Ancol
Prabowo Minta Program Makan Gratis Dibenahi, Anggaran Rp335 Triliun Dinilai Cukup
34 Kota Siap Olah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai 2026