Wall Street menutup sesi Selasa dengan catatan yang beragam. Salah satu indeksnya bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun. Namun, pergerakannya tidak seragam ada yang melesat, ada pula yang terperosok cukup dalam.
Indeks S&P 500 berhasil naik 0,44 persen ke level 6.980,77. Bahkan, dalam perdagangan hari itu, indeks ini sempat mencetak rekor intraday. Nasdaq juga ikut meroket, melonjak hampir 1 persen ke posisi 23.831,86. Tapi ceritanya berbeda untuk Dow Jones. Indeks yang satu ini justru anjlok 481,93 poin, atau sekitar 0,98 persen, hingga berada di 48.930,47.
Lalu, apa penyebab pelemahan Dow? Pukulan terbesarnya datang dari saham UnitedHealth Group. Saham perusahaan asuransi kesehatan itu terjun bebas hampir 20 persen dalam satu hari. Pemicunya adalah pernyataan perusahaan yang memproyeksikan penyusutan pendapatan mereka di tahun 2026.
Menurut perhitungan, penurunan saham UnitedHealth saja menyumbang sekitar 430 poin dari total kerugian Dow. Guncangan ini pun menjalar ke sektor serupa. Saham-saham asuransi kesehatan lainnya ikut melemah setelah pemerintah AS mengajukan proposal penggantian Medicare untuk 2027 yang ternyata lebih rendah dari yang diharapkan pasar.
Di sisi lain, Boeing juga mengalami tekanan. Sahamnya turun sekitar 2 persen meski baru saja merilis laporan keuangan. Perhatian lain tertuju pada UPS. Raksasa logistik itu mengumumkan rencana pemangkasan hingga 30.000 pekerjaan operasional sepanjang 2025 demi efisiensi bisnis.
Nah, pasar sekarang sedang menahan napas menunggu laporan dari raksasa-raksasa teknologi. Kelompok "Magnificent Seven" seperti Microsoft, Apple, Tesla, dan Meta Platforms akan mengumumkan hasil kinerjanya. Selain itu, pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan hari Rabu ini juga jadi sorotan utama.
“Kita akan lihat apakah investor sepakat dengan peningkatan belanja modal untuk mengejar mimpi AI. Meta, misalnya, sejauh ini belum benar-benar mendapat imbalan dari peningkatan belanja modalnya,”
kata Art Hogan, ahli strategi pasar di B. Riley Wealth.
Secara global, sentimen terlihat lebih positif. Indeks saham dunia MSCI naik 0,74 persen ke level 1.051,90. Ini adalah penguatan kelima kalinya secara berturut-turut rentetan terpanjang sepanjang tahun ini.
Sementara di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup menguat 0,58 persen. Sektor perbankan jadi penyokong utama dengan kenaikan mencapai 1,8 persen, memberikan warna hijau yang cukup mencolok di tengah keraguan di seberang Atlantik.
Artikel Terkait
Penerima PKH dan Bantuan Sembako Akan Dilebur ke Koperasi Desa Merah Putih
Emas Anjlok ke Terendah Sebulan, Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan Iran-Timur Tengah Kembali Meningkat
UEA Resmi Keluar dari OPEC, Fokus pada Kepentingan Nasional
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS