Elon Musk Siap Luncurkan Terafab, Pabrik Chip Raksasa Tesla dalam 7 Hari

- Minggu, 15 Maret 2026 | 04:30 WIB
Elon Musk Siap Luncurkan Terafab, Pabrik Chip Raksasa Tesla dalam 7 Hari

Elon Musk, sang CEO Tesla, dikabarkan sedang bersiap. Dalam hitungan hari tepatnya tujuh hari ke depan dia disebut-sebut akan meluncurkan proyek ambisius bernama "Terafab". Apa itu? Sebuah pabrik chip raksasa.

Gosip ini ramai beredar akhir pekan lalu. Rupanya, ini bukanlah wacana baru. Sudah setahun yang lalu Musk mengeluh di depan para pemegang saham. Katanya, kapasitas produksi chip yang ada saat ini masih jauh dari cukup untuk mendukung ambisi Tesla di bidang AI dan robotika.

Padahal, pemasok utama seperti TSMC dan Samsung sudah memberikan proyeksi yang optimistis. Tapi bagi Musk, tampaknya itu belum memuaskan. Dia bahkan sempat mempertimbangkan untuk menjajaki kerja sama dengan Intel. Namun, solusi jangka panjangnya tetap satu: Tesla harus punya pabrik sendiri.

"Kita perlu membangun Terafab," ujarnya kala itu.

Fasilitas yang dibayangkannya bukan main-main. Kapasitas awalnya ditargetkan bisa mencapai 100 ribu wafer silikon per bulan. Dan itu baru permulaan. Ada potensi peningkatan hingga sepuluh kali lipat, menyentuh angka 1 juta wafer per bulan. Sebagai gambaran, TSMC raksasa chip dunia saat ini memproduksi sekitar 1,42 juta wafer per bulan.

Ini semua bukan tanpa alasan. Mikrochip kini jadi barang paling krusial. Ia jadi fondasi hampir semua teknologi modern, dan permintaannya meledak-ledak seiring demam kecerdasan buatan. Perusahaan-perusahaan besar pun berebut jatah produksi dari pabrik chip yang jumlahnya tak banyak.

Di sisi lain, Tesla sebenarnya bukan pemain baru di bidang ini. Meski belum punya pabrik fisik, mereka sudah bertahun-tahun mengembangkan chip khusus untuk sistem menyetir otomatis (autonomous driving). Untuk chip AI5 terbarunya, Tesla masih menggunakan kontraktor. Menurut Musk, chip generasi baru ini lebih murah, lebih irit daya, dan lebih optimal untuk menjalankan AI.

Proyek Terafab ini seolah jadi bagian dari puzzle besar visi Musk. Ingat, tahun lalu dia juga sempat mengumumkan rencana produksi "Cybercab" taksi listrik otonom tanpa setir dan pedal yang ditargetkan mulai April 2026.

Dia punya keyakinan besar. Berkat lompatan di bidang AI dan robotika, perekonomian global bisa melesat. Bukan cuma dua atau tiga kali lipat, tapi berpotensi tumbuh 10 kali, bahkan 100 kali lipat. Nah, Terafab mungkin adalah salah satu batu pijakan untuk mencapai masa depan itu.

Sekarang, tinggal kita tunggu. Apakah kabar peluncuran dalam tujuh hari ini benar adanya? Jika iya, dunia teknologi pasti akan menyambutnya dengan heboh.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar