Di sisi lain, ada juga rencana dari tetangga dekat. Borneo Air, maskapai yang digagas Pemerintah Sarawak, Malaysia, juga menargetkan operasi di awal 2026. Fokus mereka adalah menghubungkan Sarawak dengan kota-kota di Pulau Borneo, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru.
Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, menyebutkan antusiasmenya. Pertemuan dengan Otorita IKN beberapa waktu lalu membahas kerja sama ini.
"Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara, ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara,"
katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun begitu, dari sisi administrasi di Indonesia, kabarnya masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo, mengakui ada penjajakan investasi. Tapi, ia menegaskan bahwa belum ada dokumen legal formal yang masuk.
"Kalau penjajakan memang iya, tapi kalau sampai saat ini memang belum ada yang formal, atau belum ada legal formalnya, baru diskusi-diskusi saja,"
jelasnya pada Kamis (11/12).
Jadi, meski semangatnya sudah mengudara, realisasi di lapangan masih menunggu kepastian lebih lanjut. Dua maskapai, dua cerita, sama-sama ingin mengepakkan sayap di atas Indonesia.
Artikel Terkait
Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022
Prabowo Tegaskan Swasembada Beras, Fokus Beralih ke Jagung dan Telur
Huntara Aceh Tamiang Capai 75 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan
Indonesia Amankan Hotel dan Lahan Strategis di Mekkah untuk Kampung Haji