Pemerintahan Donald Trump punya pesan tegas untuk Venezuela. Lewat pimpinan sementara negara itu, Delcy Rodríguez, Washington mendesak agar Caracas segera memutuskan hubungan dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba. Intinya, mereka diminta untuk mengusir keempat negara tersebut dan menghentikan semua kerja sama ekonomi. Demikian menurut laporan ABC yang mengutip sumber-sumber dalam.
Permintaan itu tak cuma soal politik. Ada muatan ekonomi yang kental. Trump juga menginginkan Venezuela bermitra secara eksklusif, terutama dalam urusan minyak. Produksi dan penjualannya diharapkan mengutamakan kepentingan Amerika Serikat.
Hingga Rabu (7/1) kemarin, Gedung Putih sendiri masih bungkam. Mereka belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut, seperti dikutip Bloomberg.
Memang, belum jelas seberapa jauh AS ingin menyingkirkan pengaruh negara-negara tadi dari Venezuela. Tapi satu hal pasti: langkah semacam itu bakal jadi perubahan besar. Selama bertahun-tahun, di era Hugo Chavez hingga Nicolas Maduro, Venezuela justru sangat bergantung pada China, Rusia, Iran, dan Kuba. Mereka adalah penopang stabilitas ekonomi dan juga keamanan.
Menurut sejumlah saksi, tekanan dari Washington ternyata lebih detail.
Laporan terpisah dari New York Times menyebut, AS mendesak Rodríguez untuk mengusir bukan hanya diplomat biasa. Mereka ingin mata-mata dan personel militer dari keempat negara itu keluar dari Venezuela, meski beberapa diplomat sipil mungkin masih diizinkan tinggal.
Di sisi lain, pejabat senior AS berulang kali menyatakan mereka tak punya niat menduduki Venezuela. Namun begitu, pernyataan Trump sendiri justru berbeda nada. Presiden AS itu terus menegaskan keinginannya untuk memainkan peran kunci dalam mengarahkan masa depan negara Amerika Selatan itu. Dan masa depan itu, tampaknya, akan banyak dibiayai dari minyak.
Rencananya, pemerintah AS bahkan akan bertemu dengan sejumlah perusahaan minyak dalam pekan depan. Topiknya: investasi di Venezuela. Malam sebelumnya, Trump mengklaim Venezuela bersedia menyerahkan minyaknya hingga 50 juta barel untuk diambil alih AS.
Pengiriman akan dilakukan bertahap. Nilainya? Lebih dari USD 2,8 miliar jika merujuk harga acuan West Texas Intermediate saat ini. Trump menegaskan, minyak itu akan dijual dengan harga pasar. Hasil penjualannya, katanya, akan dimanfaatkan untuk kepentingan kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham