Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022

- Rabu, 07 Januari 2026 | 11:15 WIB
Iran Berduka: 36 Tewas dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak 2022

Gelombang protes yang melanda Iran selama sepuluh hari terakhir telah memakan korban jiwa. Menurut data dari kelompok hak asasi manusia, angka kematian mencapai 36 orang. Rinciannya, 34 di antaranya adalah pengunjuk rasa, sementara dua lainnya berasal dari barisan pasukan keamanan. Laporan ini diterbitkan oleh Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA).

Pemerintah Iran sendiri belum mengeluarkan angka resmi. Mereka hanya menyebutkan tiga personel keamanan yang tewas. Sementara itu, BBC Persia berhasil mengonfirmasi identitas 20 korban.

Kerusuhan ini, yang dipicu oleh krisis ekonomi yang mencekik, ternyata menyebar luas. HRANA mencatat aksi ini telah menjalar ke 27 dari 31 provinsi di Iran. Lebih dari 60 orang dilaporkan terluka, dan penangkapan massal terjadi sekitar 2.076 demonstran telah diamankan.

Protes bermula pada 28 Desember lalu. Awalnya, para pemilik toko di ibu kota yang turun ke jalan. Mereka geram melihat nilai tukar Rial Iran terjun bebas terhadap dolar AS di pasar terbuka. Rial benar-benar mencapai titik terendah sepanjang masa. Inflasi pun melambung hingga 40 persen. Sanksi nuklir memang mencekik, tapi salah urus dan korupsi di dalam negeri juga jadi biang keladi.

Tak lama, mahasiswa dari berbagai universitas bergabung. Aksi pun merambat ke kota-kota lain.

Pada Selasa malam, situasi makin memanas. Media semi-resmi Iran melaporkan seorang polisi tewas ditembak di Malekshahi, Provinsi Ilam. Mereka menyebut pelakunya sebagai "perusuh". Ilam sendiri belakangan jadi sorotan karena protes yang meluas dan penindakan keras yang terjadi di sana.

Sebelum insiden penembakan itu, beredar rekaman yang menunjukkan pasukan keamanan menembakkan gas air mata. Lokasinya di Pasar Besar Teheran, di mana para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang penguasa ulama.

Dari luar negeri, ancaman datang. Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, pada Jumat (2/1/2026) memberi peringatan keras. Ia mengancam akan turun tangan jika pasukan keamanan Iran membunuh demonstran damai.


Halaman:

Komentar