Pemerintah Pacu 34 Proyek Sampah Jadi Listrik di Awal Tahun

- Rabu, 07 Januari 2026 | 11:00 WIB
Pemerintah Pacu 34 Proyek Sampah Jadi Listrik di Awal Tahun

Dari kawasan Hambalang yang sejuk, Bogor, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi kabar terbaru. Pemerintah, katanya, tak mau lagi menunda. Proyek besar pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy bakal segera dimulai di awal tahun ini.

Lokasinya? Tersebar di 34 titik, tepatnya di 34 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

"Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari,"

ujar Prasetyo kepada para wartawan, Selasa (6/1) malam lalu. Suasana malam di Bogor jadi saksi pengumuman ini.

Pras, begitu ia biasa disapa, menekankan bahwa pemilihan lokasi itu bukan tanpa alasan. Daerah-daerah tersebut punya beban sampah yang luar biasa, dengan timbunan harian rata-rata menyentuh angka seribu ton. Bayangkan saja tumpukan itu setiap hari. Mengerikan.

"Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,"

tandasnya. Kekhawatiran soal gunungan sampah dan masalah lingkungan yang ditimbulkannya jelas terdengar dalam nada bicaranya.

Namun begitu, proyek pengolahan sampah bukan satu-satunya yang digenjot. Di sisi lain, pemerintah juga punya agenda lain di sektor energi. Prasetyo mengungkapkan, tak lama lagi akan dilakukan groundbreaking untuk proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

Ia menambahkan, masih ada beberapa program lain yang sedang dipersiapkan. Terutama yang berkaitan dengan energi dan tak lupa, bidang pertanian juga.

"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,"

pungkasnya, mengakhiri penjelasan pada malam itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar