Keunggulan lain ada di soal tekstur. Blender biasanya menghancurkan segala sesuatu sampai benar-benar halus dalam sekejap. Kita hampir tak punya kendali.
Berbeda dengan mengulek. Kita bisa mengatur sendiri, mau yang halus sekali atau agak kasar. Tekstur yang masih terasa saat dimakan itu justru memberi pengalaman makan yang berbeda. Lebih 'hidup', katanya.
"Dengan blender, kita nggak bisa atur tekstur sesuai keinginan. Tapi kalau pakai ulekan, saya bisa kendalikan. Mau seperti apa hasilnya, ya tinggal diulek saja," pungkas chef tersebut.
Jadi, gimana dengan kamu? Masih tetap pilih blender yang instan, atau mulai kembali ke ulekan yang lebih 'bersahabat' dengan rasa?
Artikel Terkait
Enam Jenis Teh yang Bisa Dukung Program Diet Saat Ramadan
Menteri LHK Tunggu Hasil Lab Pestisida untuk Gugat Pencemar Sungai Cisadane
Harga Cabai Rawit Merah Mulai Turun Usai Cuaca Membaik dan Panen Meningkat
BNI Agen46 Bawa Layanan Perbankan Langsung ke Warga Pulau Lembeh