Menyongsong libur panjang akhir tahun, Kementerian Perhubungan tak main-main dalam mengamankan jalur laut. Mereka sudah menyiagakan puluhan kapal patroli. Tujuannya jelas: mengawal arus mudik dan perjalanan warga yang merayakan Natal serta Tahun Baru 2025/2026 agar berjalan mulus dan, yang paling penting, selamat.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub melalui lima Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) menyiagakan 29 kapal patroli di berbagai wilayah perairan strategis,”
Begitu penjelasan Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Laut, Selasa lalu. Kelima pangkalan itu tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia, mencakup Tanjung Priok, Tanjung Uban, Tanjung Perak, Bitung, dan Tual.
Nah, kapal-kapal dari Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran (KPLP) ini nantinya punya tugas multitasking. Mereka akan berjaga untuk memperkuat pengawasan, siap sedia memberi pertolongan jika terjadi keadaan darurat, sekaligus memastikan semua aturan pelayaran dipatuhi. Intinya, mereka jadi penjaga keamanan di lautan.
Masyhud menekankan, operasi pengamanan kali ini mustahil berjalan sendiri. Semuanya bergantung pada kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak terkait.
“Kolaborasi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci agar pelayanan angkutan laut selama Natal dan tahun baru berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kunjungan Prabowo ke Korea Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun
Prabowo Beri Keris dan Penjelasan Filosofis kepada Presiden Korea Selatan
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon