Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon

- Kamis, 02 April 2026 | 07:00 WIB
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon

Merespons insiden memilukan di Lebanon yang menewaskan dan melukai prajurit TNI, pemerintah Indonesia kini mendesak tindakan tegas. Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa investigasi menyeluruh harus segera dilakukan. Tidak ada kata lain, pelakunya wajib diadili.

"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif," tegas Djamari dalam keterangannya, Rabu (1/3/2026).

Dia menambahkan, "Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan."

Nada keras itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, serangan terhadap personel Indonesia di sana sudah terjadi berulang kali. Ini jelas sebuah pola yang mengkhawatirkan, dan sama sekali tak bisa dibiarkan. Serangan-serangan itu, di mata pemerintah, menunjukkan betapa lemahnya komitmen pihak-pihak bertikai dalam menjamin keselamatan pasukan perdamaian.

Di sisi lain, upaya diplomasi juga digenjot. Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas dan konsisten. Tindak lanjut dari hasil penyelidikan nanti dinanti, semua demi satu hal: keselamatan para penjaga perdamaian di lapangan.

Lalu, apa langkah konkret di dalam negeri? Kemenko Polkam, yang memegang peran sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian, akan memperketat koordinasi. Sinergi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kemlu akan ditingkatkan. Tujuannya jelas, memastikan personel kita aman saat bertugas.

Tak cuma itu, protokol keamanan yang berlaku juga akan ditinjau ulang. Situasi di Lebanon selatan yang terus berkembang mengharuskan penyesuaian. Semua langkah diambil agar tragedi serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar