“Pendistribusiannya harus kita atur sedemikian rupa agar kondisi pasar kondusif, harga stabil, dan tidak memicu gejolak.”
Guntur sendiri tampak optimis. Menurutnya, harga cabai kemungkinan besar akan terjaga hingga akhir tahun. Pasokan, kata dia, tidak bergantung pada satu daerah saja. Melainkan datang dari berbagai penjuru sentra produksi nasional.
“Untuk menghadapi Nataru, kemungkinan harga cabai masih tetap terkontrol aman,” katanya meyakinkan.
Ia pun punya alasan. Saat ini, panen dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mulai melimpah ruah. Belum lagi tambahan pasokan dari Sulawesi Selatan dan tentu saja, Aceh. Dengan kondisi seperti ini, harapannya momen pergantian tahun bisa dilalui dengan tenang, tanpa kekhawatiran soal harga cabai yang melambung tinggi.
“Jadi insyaallah nanti sampai Nataru harga terkontrol aman,” pungkas Guntur.
Artikel Terkait
Ledakan Guncang Kilang Valero di Port Arthur, Tidak Ada Korban Jiwa
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%