Bayi Nyaris Dibawa Kabur, Pelaku Diduga Mabuk Narkoba di Penjaringan

- Selasa, 03 Februari 2026 | 13:55 WIB
Bayi Nyaris Dibawa Kabur, Pelaku Diduga Mabuk Narkoba di Penjaringan

Senin petang yang lalu di Penjaringan, Jakarta Utara, suasana tenang tiba-tiba berubah ricuh. Seorang pria, berinisial RA (25), diamankan polisi setelah aksinya membuat warga setempat resah. Ia diduga hendak membawa kabur seorang bayi.

Menurut Kapolsek Penjaringan, AKBP Agra Bhuwana Putra, kejadiannya berawal dari laporan yang diterima Unit Reskrim. "Kami dapat info dari Kapospol Muara Baru soal seorang pelaku yang meresahkan, diduga karena pengaruh narkoba, yang sudah diamankan di tempat kejadian," jelas Agra saat berbincang dengan wartawan, Selasa (3/2/2026).

Dia menambahkan, pelaku saat itu diduga dalam keadaan mabuk.

Begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak ke lokasi. Dari keterangan sejumlah saksi, ceritanya mulai jelas. RA konon mendatangi rumah korban dan mendekati bayi yang sedang tidur di ayunan.

"Orang tua bayi langsung bertanya, 'bang, ngapain?'" ujar Agra menirukan.

Tapi pria itu malah mengambil bayi tersebut. Tidak lama, dia meletakkannya kembali. Lalu, dengan tingkah yang bikin bulu kuduk merinding, pelaku berkomentar, "laku nih Rp 50 juta."

Spontan, keluarga korban mengambil anak mereka dan melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT. Upaya untuk menahannya pun dilakukan. Namun, RA sempat melawan sebelum akhirnya bisa diredam.

Dia kemudian dibawa ke pos sekuriti setempat, lalu dilanjutkan ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, kuat dugaan bahwa RA bertindak di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. "Itu yang bikin dia bertindak di luar kendali," tegas Agra.

Dari pemeriksaan, terungkap pula bahwa pelaku adalah seorang tunawisma dan sulit diajak berkomunikasi dengan baik. Uniknya, meski kejadiannya seram, keluarga korban memilih untuk tidak menuntut lebih jauh. Mereka tak mau perkara ini dibesar-besarkan.

Kasus ini pun akhirnya tak berujung panjang. Meski begitu, ia meninggalkan cerita yang cukup membuat warga di sana lebih waspada.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar