Menurut Bahlil, negara juga harus fair. “Syukur kalau untungnya masih ada, kalau rugi? Negara juga harus fair,” katanya lagi.
“Kalau nilai jualnya besar, harga ekspornya besar, ya wajar untuk kemudian negara meminta agar mereka membayar bea keluar,” tambahnya.
Soal detailnya, tim dari Kementerian ESDM dan kementerian lain masih sibuk ngitung formula yang pas. Mereka pengen cari titik tengah: kebijakan ini nggak boleh bikin pelaku usaha kelabakan, tapi juga harus bisa kasih tambahan pendapatan yang signifikan buat negara. Pertanyaannya, berapa sih batas harga yang bakal jadi pemicu bea keluar itu?
Bahlil mengaku angka pastinya belum bisa dipastikan. “Lagi dihitung, tim saya masih menghitung,” ucapnya singkat. Jadi, kita tunggu aja hasil finalnya.
Artikel Terkait
Slowakia Tawarkan Paket Lengkap untuk PLTN Pertama Indonesia
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 382 Ribu, H-2 dan H-3 Paling Diburu
Perminas Resmi Diresmikan, Fokus Garap Tanah Jarang yang Terpendam
Jelajah Hainan: Liburan Tanpa Visa Mulai Rp 4,1 Juta