Tito Karnavian Minta Maaf, Tegaskan Tak Ada Niat Rendahkan Bantuan Malaysia

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:00 WIB
Tito Karnavian Minta Maaf, Tegaskan Tak Ada Niat Rendahkan Bantuan Malaysia

JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu datang setelah komentarnya soal bantuan bencana Sumatra dari Malaysia menuai sorotan. Di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025) lalu, Tito berusaha meluruskan kesalahpahaman.

“Cuma mungkin pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami,” ujarnya.

Dia bersikeras tidak ada niatan sedikit pun untuk meremehkan bantuan dari negara tetangga itu. “Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu. Kalau ada yang salah paham saya minta maaf,” kata Tito tegas.

Menurutnya, inti dari pernyataannya yang sebelumnya justru ingin menyoroti kerja keras pemerintah Indonesia sendiri. Upaya penanganan bencana, klaim Tito, sudah berjalan sejak hari pertama kejadian.

“Yang saya maksudkan itu adalah sangat banyak sekali yang sudah dikerjakan semenjak hari pertama oleh pemerintah Indonesia,” jelas dia.

Untuk membuktikan klaimnya, Tito pun merinci sejumlah langkah yang telah diambil. Dia menyebut kunjungannya ke Pidie Jaya, Aceh pada 29 November 2025. Tak berhenti di situ, esok harinya (30/11) dia turun lagi ke Lhokseumawe menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf guna menyerahkan bantuan.

Koordinasi juga digalakkan. Dia mengaku telah berhubungan dengan para bupati, TNI, Polri, hingga BNPB dan Basarnas untuk menyusun langkah-langkah di Aceh. Bahkan, dia menyebut telah mengoordinasikan distribusi ratusan ton beras dari Bulog.

Namun begitu, poin utamanya tetap permintaan maaf dan penegasan bahwa bantuan Malaysia tidak direndahkan. “Jadi saya tidak bermaksud mengecilkan, sekali lagi, saya tidak bermaksud mengecilkan dukungan saudara-saudara kita yang dari Malaysia,” tuturnya.

Dia lalu menekankan hubungan historis dan kekerabatan yang erat dengan Malaysia. “Apalagi Malaysia memiliki hubungan panjang, saudara kita serumpun dan saya tahu. Saya sangat menghormati warga Malaysia, hubungan dengan pemerintah Malaysia dengan senior-senior di Malaysia, saudara-saudara kita diaspora di Malaysia. Saya sangat menghormati itu,” papar Tito panjang lebar.

Sebelumnya, komentar Tito memang memantik kritik. Dia menyebut bantuan obat-obatan dari Malaysia untuk korban bencana Sumatra “tidak seberapa besar”, dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Pernyataan itulah yang kemudian memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar