Di Surabaya, Selasa lalu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kembali menegaskan tekadnya memberantas truk ODOL. Langkah nyatanya? Menormalisasi sekitar tiga ratus angkutan barang yang melanggar batas dimensi di Jawa Timur. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi menurutnya, langkah ini krusial.
"Normalisasi angkutan barang merupakan wujud nyata penguatan angkutan barang yang berkeselamatan, tertib, dan berkelanjutan," ujar Dudy.
Dia menambahkan, upaya ini adalah bagian dari agenda besar menuju Indonesia Zero ODOL pada 2027. Acara yang digelar di Surabaya itu menjadi penanda dimulainya operasi tersebut.
Lalu, apa sebenarnya normalisasi itu? Intinya, proses mengembalikan ukuran fisik dan kapasitas muat truk agar sesuai standar pabrik dan aturan yang berlaku. Singkatnya, truk-truk yang sudah dimodifikasi sembarangan harus dikembalikan ke bentuk aslinya.
Nantinya, seluruh angkutan barang di Jatim akan didorong bahkan dipaksa untuk mematuhi ketentuan dimensi dan muatan yang sudah ditetapkan. Program ini juga bakal diiringi sosialisasi dan penegasan aturan ke para pelaku.
Namun begitu, Dudy menekankan bahwa persoalan ODOL ini jauh lebih kompleks. Ini bukan cuma soal teknis kendaraan semata.
"ODOL adalah persoalan keselamatan publik, efisiensi logistik, ketahanan infrastruktur, dan daya saing nasional," tegasnya.
Oleh karena itu, Kemenhub tak mau main-main. Mereka konsisten mempercepat kebijakan penanganan ODOL, tentu dengan menggandeng pemerintah daerah dan semua pihak yang berkepentingan. Target 2027 harus tercapai.
Dudy pun mengakui, keberhasilan kebijakan ini mustahil diraih sendirian.
"Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, BUMN, asosiasi transportasi, karoseri, serta para pelaku usaha angkutan barang," kata dia.
Kerja sama itu kuncinya. Tanpa itu, impian nol ODOL mungkin hanya akan jadi wacana di atas kertas.
Artikel Terkait
Indonesia di Pot Terendah Undian Piala Asia 2027, Berpeluang Kembali Hadapi Jepang dan Irak
Pelatih Timnas U-17 Instruksikan Pemain Tak Berpuas Diri Usai Kalahkan China, Fokus Hadapi Qatar
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis
Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau untuk Identifikasi 16 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara