Di sisi lain, tantangan terberat justru ada di Aceh. Bahlil mengakui, setidaknya tiga kabupaten di sana benar-benar membutuhkan upaya ekstra. Akses darat terputus total, membuat logistik sulit masuk.
"Kemudian kalau Aceh, jujur saya katakan di tiga kabupaten itu memang membutuhkan effort yang sangat luar biasa karena akses darat belum bisa,"
sebutnya.
Lalu, bagaimana caranya mengirim bantuan? Semua cara dikerahkan. Mereka memaksimalkan segala opsi yang ada, dari yang konvensional sampai yang terpaksa dilakukan.
"Kami masih drop dengan Pertamina pakai heli, pakai pesawat Hercules, ada jalan-jalan tikus juga kami pakai, kemudian rakit juga kita lakukan. Apapun yang bisa kita dorong untuk bisa melakukan percepatan, kita maksimalkan potensi yang ada,"
kata Bahlil menegaskan.
Jadi, meski kondisi umum mulai membaik, perjuangan mengirimkan energi ke pelosok yang terisolasi masih terus berlangsung. Upaya darurat dengan segala keterbatasan tetap dijalankan.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis, Proyeksikan Ekspansi Ekonomi hingga 2030
Transjakarta Rayakan HUT ke-12 dengan Tarif Spesial Rp12 Sepanjang Hari
Iran Klaim Kerahkan Satu Juta Pasukan Antisipasi Invasi Darat AS
Jamaika Kalahkan Kaledonia Baru 1-0, Lolos ke Final Path A Kualifikasi Piala Dunia