Trump Siap Bertemu Xi Jinping Pekan Depan, Bagaimana Nasib Perang Dagang?
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan optimisme tinggi untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam pertemuan yang dijadwalkan pekan depan. Pertemuan puncak ini menjadi momen kritis dalam upaya meredakan ketegangan perang dagang antara dua negara adidaya tersebut.
Pembahasan Intensif Jelang Pertemuan Trump-Xi
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dan negosiator perdagangan utama Li Chenggang. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur dan merupakan putaran kelima pembahasan langsung sejak Mei lalu.
Scott Bessent menyampaikan kepada wartawan, "Saya rasa kami telah memiliki kerangka yang sangat baik bagi para pemimpin untuk didiskusikan pada Kamis nanti."
Jadwal dan Rencana Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Donald Trump tiba di Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN sebelum akhirnya bertemu dengan Xi Jinping di Korea Selatan pada 30 Oktober 2025. Usai pertemuan tersebut, Trump menunjukkan nada optimistis dengan pernyataan, "Saya pikir kita akan memiliki kesepakatan dengan China."
Trump juga mengisyaratkan akan ada pertemuan lanjutan antara dirinya dan Xi, baik di China maupun di Amerika Serikat. "Kami sudah sepakat untuk bertemu. Kami akan bertemu lagi di China, dan juga di AS, entah di Washington atau di Mar-a-Lago," ujarnya.
Upaya Mencegah Eskalasi Perang Dagang
Pertemuan ini sangat krusial untuk mencegah peningkatan tensi perang dagang. Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif baru sebesar 100 persen pada produk China serta pembatasan perdagangan lainnya mulai 1 November. Ancaman ini merupakan balasan atas kebijakan Beijing yang memperluas kontrol ekspor terhadap magnet dan mineral tanah jarang.
Gencatan dagang yang telah berjalan dan akan berakhir pada 10 November menjadi salah satu fokus utama. Bessent menyatakan bahwa gencatan tersebut dapat diperpanjang, tergantung pada keputusan presiden. Jika diperpanjang, ini akan menjadi perpanjangan kedua sejak pertama kali ditandatangani pada Mei.
Agenda Pembahasan Lengkap Trump dan Xi
Meskipun Gedung Putih telah mengumumkan secara resmi rencana pertemuan Trump-Xi, Beijing hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi. Beberapa topik utama yang akan dibahas meliputi:
- Pembelian kedelai AS oleh China
- Isu Taiwan yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya
- Pembebasan taipan media Hong Kong, Jimmy Lai, yang dipenjara
- Permintaan bantuan China dalam menangani hubungan AS dengan Rusia, seiring perang di Ukraina yang memasuki tahun keempat
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan bahwa AS tidak akan meninggalkan Taiwan demi keuntungan dagang dengan China, menunjukkan kompleksitas negosiasi yang akan berlangsung.
Dengan pertemuan yang sangat dinantikan ini, dunia bisnis dan politik internasional menunggu apakah AS dan China dapat menemukan titik terang untuk mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung lama.
Artikel Terkait
Pemerintah Perluas Hilirisasi ke Sektor Kehutanan, Migas, dan Kelautan Demi Nilai Tambah Komoditas
Hendropriyono Puji Kinerja Bappisus Mampu Urai Masalah Bangsa yang Membelit
Indonesia dan Filipina Teken Kerja Sama Strategis Nikel, Kuasai 73,6 Persen Produksi Global
Kemenkes Audit Dokter Pendamping Internship di Jambi Buntut Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi