Harga Pangan Turun Merata, Beras hingga Cabai Ikut Melandai

- Senin, 15 Desember 2025 | 10:45 WIB
Harga Pangan Turun Merata, Beras hingga Cabai Ikut Melandai

Senin (15/12/2025) membawa angin segar bagi kantong masyarakat. Pantauan harga pangan nasional menunjukkan tren penurunan yang cukup merata di sejumlah komoditas utama. Ini tentu kabar yang disambut baik, terutama di awal pekan seperti sekarang.

Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi hal itu. Beras, misalnya, harganya melandai. Untuk beras premium, harganya turun 1,72 persen ke level Rp15.272 per kilogram. Sementara itu, beras medium dan beras SPHP juga ikut turun, masing-masing 2 persen dan 1,27 persen.

Tak cuma beras. Jagung dan kedelai pun ikut merosot. Jagung turun cukup signifikan, 6,88 persen. Di sisi lain, duo bumbu dapur, bawang merah dan putih, juga mengalami penurunan. Bawang merah turun tajam 7,63 persen, sedangkan bawang putih turun lebih landai.

Kalau bicara soal pedas, kabarnya juga cukup menggembirakan. Harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan cabai rawit merah semuanya tercatat turun. Yang paling curam penurunannya adalah cabai merah besar, yang harganya anjlok lebih dari 10 persen menjadi Rp50.079 per kg. Lumayan, kan?

Untuk protein hewani, pergerakannya beragam. Daging sapi murni dan daging ayam ras turun tipis. Telur ayam ras juga ikut turun sekitar 1,5 persen. Namun begitu, ada beberapa komoditas yang justru merangkak naik. Ikan kembung, tongkol, dan bandeng harganya naik, meski persentasenya tidak besar. Daging kerbau segar lokal juga mengalami kenaikan.

Di rak-rak dapur, minyak goreng dan bahan pokok lain turut mengalami penyesuaian. Minyak goreng kemasan, minyak goreng curah, dan MinyaKita semuanya harganya turun. Begitu pula dengan gula konsumsi dan tepung terigu, baik yang curah maupun kemasan. Garam konsumsi juga turun cukup dalam, hampir 5 persen.

Secara keseluruhan, suasana pasar pangan hari ini cukup positif. Tren penurunan yang luas ini, meski dengan beberapa pengecualian, bisa memberi sedikit ruang napas. Kita lihat saja perkembangannya ke depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar