Usulan ini bukan sekadar wacana. Menurutnya, percakapan telepon telah dilakukan. Dengan PM Anwar Ibrahim pada 11 Desember, dan dengan Presiden Trump keesokan harinya, 12 Desember. Inti pembicaraannya seputar upaya gencatan senjata dan bagaimana kembali membuka dialog damai.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan apresiasi. Terima kasih kepada Anwar dan Trump atas dukungan mereka untuk perdamaian jangka panjang di kawasan. Tampaknya, Kamboja benar-benar ingin keluar dari jalan buntu ini dengan membawa pihak ketiga yang dianggap netral.
Deklarasi Damai Kuala Lumpur yang ditandatangani akhir Oktober lalu jadi rujukan. Namun begitu, di lapangan, situasi masih tegang. Permintaan bantuan citra satelit ini menunjukkan betapa Manet ingin ada bukti yang tak terbantahkan, sebelum semua kembali ke meja perundingan. Sebuah langkah berani, yang hasilnya masih kita tunggu.
Artikel Terkait
Iran Siap Tembak Balas, Trump Dianggap Cuma Gembar-gembor
Raksasa Eropa Terancam Tersingkir Lebih Awal di Liga Champions
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan
Razia Imigrasi Ungkap Sindikat Penipuan Nigeria dari Balik Toren Apartemen