Senyumnya tak bisa disembunyikan. Di usia 67 tahun, wajah Sayudi berbinar-binar memandangi becak barunya. Sebuah harapan baru untuk hidup yang lebih baik, itulah yang dirasakan kakek asal Suranenggala itu setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah, saya senang sekali. Terima kasih Pak Presiden Prabowo,"
Ucapnya pelan namun terasa mantap. "Sekarang saya enggak capek lagi mengayuh," tambahnya, bercerita di sela pembagian becak di halaman Kantor Bupati Cirebon beberapa waktu lalu.
Sudah puluhan tahun hidupnya bergantung pada becak kayuh. Bagi Sayudi, mengayuh di usianya sekarang bukan cuma pekerjaan biasa. Itu adalah perjuangan fisik yang makin berat tiap tahun. Makanya, sore itu jadi momen yang sangat berarti.
"Kadang baru siang sudah pulang karena lelah. Baru dapat penumpang beberapa kali, tapi badan rasanya enggak kuat lagi,"
Katanya mengisahkan kesehariannya. Jika di masa muda ia bisa bekerja seharian penuh, kini kondisi fisiknya tak lagi sama. Penghasilannya pun cuma sekitar Rp40 sampai Rp50 ribu per hari. Cukup untuk kebutuhan keluarga, tapi ya pas-pasan saja.
Karena itu, becak listrik ini diharapkannya jadi pembawa perubahan. Selain lebih ringan secara tenaga, tampilan becak buatan PT LEN dan PT Pindad itu menurutnya lebih menarik dan layak pakai. Becaknya yang dulu sudah tua dan sering rusak.
"Mudah-mudahan yang ini tambah banyak penumpangnya," harap Sayudi.
Becak yang diterimanya itu bagian dari 100 unit yang disalurkan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Kabupaten Cirebon. Bantuan ini berasal dari dana pribadi Presiden dan dikhususkan untuk para pengayuh becak yang sudah lanjut usia.
Menurut Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, hingga November 2025 mereka sudah menyalurkan lebih dari 2.300 unit. Targetnya, angka itu bisa mencapai 5.000 unit pada akhir tahun.
Namun begitu, Nanik juga menyoroti satu hal penting. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan titik-titik pengisian daya. Langkah ini bakal memudahkan para pengayuh, apalagi jika disediakan di kawasan wisata. Becak listrik punya potensi jadi moda transportasi wisata yang menarik.
"Ini bisa dikembangkan sebagai becak wisata. Spot charging akan sangat membantu para pengayuh,"
Ujar Nanik.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun