Dari sisi GEMS, langkah ini jelas membawa angin segar. Sudin menilai pinjaman ini akan berdampak positif, terutama untuk mendukung pertumbuhan operasional. Di sisi lain, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan diharapkan bisa semakin kokoh.
Namun begitu, beban utang GEMS sebenarnya tidak bisa dibilang ringan. Data per 30 September 2025 menunjukkan, utang berbunga perseroan mencapai Rp2,64 triliun. Rinciannya, utang jangka pendek mencatat angka Rp2,26 triliun, sementara utang jangka panjangnya sekitar Rp377 miliar.
Meski dihadapkan pada angka utang jangka pendek yang tinggi, perusahaan tambang batu bara di bawah bendera Sinar Mas Group ini punya modal bertahan. Posisi kas dan setara kas mereka ternyata cukup sehat, tercatat sebesar Rp2,89 triliun. Setidaknya, itu bisa jadi bantalan yang menenangkan.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Selesaikan Pemeriksaan KPK, Kasus Kuota Haji Masih Berlanjut
Investasi Rp 100 Triliun untuk Ekosistem Baterai, Bahlil Tegaskan: Kepemilikan Tetap di Tangan BUMN
Child Grooming Ternyata Punya Pijakan Hukum, LPSK Ungkap Pola Licin Pelaku
Polisi Hentikan Penyidikan Guru Pamulang yang Dituduh Lakukan Kekerasan Verbal